Oliver Glasner Akui Kekurangan di Crystal Palace: Tekanan Berat di Tengah Performa Menurun

Bagikan

Pelatih Oliver Glasner menghadapi tekanan besar setelah performa Crystal Palace terus menurun. Dalam 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi, tim hanya meraih satu kemenangan, hasil yang membuat masa depannya di klub dipertanyakan.

Oliver-Glasner-Akui-Kekurangan-di-Crystal-Palace-Tekanan-Berat-di-Tengah-Performa-Menurun

Situasi semakin memburuk setelah kekalahan mengejutkan di Piala FA dari tim divisi keenam, Macclesfield. Kekalahan tersebut sangat kontras dengan keberhasilan Palace menjuarai kompetisi yang sama musim sebelumnya, sehingga kekecewaan suporter semakin memuncak.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Hasil imbang melawan Zrinjski Mostar di Liga Konferensi Europa juga memicu seruan pemecatan dari fans. Tekanan dari berbagai arah membuat Glasner mengakui bahwa masa depannya di Selhurst Park belum pasti.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Pengakuan Jujur Glasner: “Saya Tidak Cukup Baik”

Dalam konferensi pers, Glasner secara terbuka mengkritik dirinya sendiri. Ia menyatakan belum cukup mampu menggantikan pemain yang telah dijual dan belum berhasil mengintegrasikan pemain baru agar tampil sesuai sistem tim.

Selain itu, ia mengakui kesulitan mengelola jadwal pertandingan yang padat. Faktor kelelahan dan rotasi pemain menjadi tantangan besar yang memengaruhi konsistensi performa tim sepanjang musim.

Meski demikian, Glasner tetap menunjukkan sikap realistis. Ia menegaskan bertanggung jawab penuh atas hasil tim dan berkomitmen memberikan dukungan maksimal kepada para pemain dalam situasi sulit ini.

Baca Juga: Alexander Isak kembali! Arne Slot Mengungkapkan Target Besar Liverpool

Rekam Jejak Positif yang Masih Layak Dihargai

Rekam-Jejak-Positif-yang-Masih-Layak-Dihargai

Di tengah kritik, Glasner mengingatkan publik pada pencapaiannya bersama Palace. Ia pernah membawa klub meraih musim terbaik, termasuk menjuarai Piala FA dan Community Shield serta mengumpulkan 32 poin dari 26 pertandingan.

Ia juga menilai musim ini masih lebih baik dibandingkan sebagian besar musim Palace dalam satu dekade terakhir. Fakta bahwa klub bermain di kompetisi Eropa menjadi bukti adanya perkembangan signifikan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski performa sedang menurun, fondasi yang dibangun Glasner tetap memberi dampak positif bagi klub dalam jangka panjang.

Kontroversi Tambahan dan Tantangan yang Menanti

Tak lama setelah konferensi pers Glasner, Crystal Palace didenda 50.000 pound akibat spanduk kontroversial yang dipasang suporter saat melawan Nottingham Forest. Insiden ini menambah tekanan eksternal yang harus dihadapi klub.

Komisi regulasi FA menilai spanduk tersebut bersifat provokatif, meskipun pihak klub membela diri dengan menyatakan telah melakukan pemeriksaan yang memadai. Keputusan tersebut menambah sorotan negatif terhadap Palace.

Kini, fokus utama Glasner adalah laga penting melawan Wolverhampton Wanderers. Pertandingan ini bisa menjadi penentu nasibnya, sekaligus kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa ia masih mampu membawa Crystal Palace bangkit dari keterpurukan. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalmates.net.