Habib Beye memulai kiprahnya sebagai pelatih Olympique de Marseille dengan kekalahan menyakitkan. Pertandingan pertama Marseille di bawah kepemimpinannya berakhir 2-0 untuk Brest pada Jumat malam. Kekalahan ini terjadi setelah serangkaian hasil buruk yang memaksa Roberto De Zerbi lengser dari kursi pelatih.

Beye, mantan bek Newcastle dan Aston Villa, ditunjuk untuk memulihkan performa Marseille yang menurun. Namun, debutnya gagal memberi perubahan signifikan, terutama menghadapi lawan yang tampil efisien di lini depan. Kekalahan ini menandai awal yang berat bagi pelatih baru dalam membangun kembali moral tim.
Kekalahan ini membuat posisi Marseille semakin terancam dalam perebutan tiket Eropa musim depan. Tim ini kini tanpa kemenangan dalam empat pertandingan Ligue 1, menambah tekanan pada pelatih baru dan para pemain.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Greenwood Gagal Penalti Penentu
Mason Greenwood, pencetak gol terbanyak Ligue 1, menjadi sorotan utama setelah gagal mengeksekusi penalti di menit akhir babak kedua. Tendangan penalti ini seharusnya bisa memperkecil ketertinggalan Marseille. Namun, kiper Brest, Brest, Gregoire Coudertt, berhasil menepisnya dengan gemilang.
Kesempatan ini muncul setelah Greenwood dijatuhkan oleh Daouda Guindo. Kegagalan penalti ini menambah rasa frustrasi di kubu Marseille dan mempertegas lemahnya efektivitas lini depan mereka. Para penggemar pun menyoroti performa individu Greenwood yang kurang maksimal pada momen krusial.
Dengan kegagalan ini, Marseille tetap tertahan di posisi keempat klasemen Ligue 1, tertinggal lima poin dari Lyon yang memiliki satu pertandingan tunda. Momentum untuk bangkit pun semakin menipis.
Baca Juga: Federasi Sepak Bola Prancis Ingin Tiru Model Keuangan Liga Primer
Brest Tampil Solid di Lini Depan

Brest memanfaatkan kelemahan Marseille dengan baik. Dua gol di babak pertama dari Ludovic Ajorque menempatkan tim tuan rumah di posisi nyaman. Ajorque hampir mencetak gol ketiga saat tendangan kerasnya membentur mistar gawang.
Pertahanan Brest tampil disiplin, menutup ruang gerak para penyerang Marseille. Strategi Beye belum terlihat efektif menghadapi serangan balik cepat Brest, sehingga timnya gagal mengendalikan pertandingan. Hasil ini membawa Brest naik satu peringkat ke posisi 11 klasemen.
Tantangan Berat bagi Beye ke Depan
Meski tampil lebih baik di babak kedua, Marseille masih gagal memaksimalkan peluang. Greenwood dan rekan-rekannya harus segera bangkit untuk mempertahankan harapan meraih tiket Eropa.
Beye menghadapi tugas besar untuk menstabilkan performa tim dan membangun kepercayaan diri pemain. Dengan tekanan dari penggemar dan posisi klasemen yang semakin menantang, setiap keputusan taktik akan menjadi sorotan.
Fokus utama Beye ke depan adalah meningkatkan efektivitas lini depan, memperbaiki koordinasi pertahanan, dan memastikan Marseille bisa kembali bersaing di papan atas Ligue 1. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalmates.net.
