Performa Manchester United di Premier League musim 2025/2026 mulai menanjak sejak Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih interim pada pertengahan Januari. Namun, penyerang Matheus Cunha menegaskan bahwa kebangkitan Setan Merah tidak lepas dari pondasi yang dibangun oleh Ruben Amorim sebelumnya.

Amorim dipecat pada 5 Januari lalu, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Saat itu, United berada di posisi keenam klasemen, jauh dari target mereka. Selama masa kepemimpinannya, pelatih asal Portugal ini mencatat 24 kemenangan dari 63 pertandingan dalam 14 bulan, meski konsistensinya menggunakan formasi 3-4-2-1 kerap menuai perdebatan.
Cunha menilai banyak hal positif yang ditinggalkan Amorim, termasuk pengaruhnya dalam pembentukan skuad baru. Struktur permainan United saat ini masih menyimpan kemiripan dengan filosofi sebelumnya, dan banyak pemain yang bergabung karena visi pelatih tersebut.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perubahan Taktik Carrick dan Hasil Nyata
Carrick membawa perubahan signifikan dengan beralih ke formasi 4-2-3-1. Langkah ini membuat Kobbie Mainoo tampil lebih reguler dan memberikan kontribusi lebih optimal. Perubahan taktik langsung membuahkan hasil, termasuk kemenangan melawan Manchester City dan Arsenal, sekaligus memulihkan optimisme di ruang ganti.
Saat ini, United menempati posisi keempat klasemen Premier League, unggul satu poin atas Chelsea. Hasil imbang 1-1 melawan West Ham memberi waktu istirahat lebih panjang sebelum laga melawan Everton. Tren positif ini menunjukkan pengaruh Carrick yang langsung terlihat di lapangan.
Namun Cunha menekankan bahwa faktor kebangkitan tim bukan hanya perubahan taktik. Ia menilai struktur yang diwariskan Amorim tetap menjadi bagian penting, termasuk gaya menyerang dan pertahanan yang adaptif.
Baca Juga: Alexander Isak kembali! Arne Slot Mengungkapkan Target Besar Liverpool
Cunha Menghargai Peran Amorim

Cunha, yang bergabung dari Wolves senilai 62,5 juta poundsterling, menegaskan bahwa transfernya tidak terlepas dari pengaruh Amorim. “Saya selalu bersyukur atas semua yang dilakukan Ruben. Dia pribadi yang luar biasa,” ujar Cunha kepada DAZN.
Pemain 26 tahun ini menambahkan bahwa tekanan untuk menyesuaikan taktik sering membuat orang lupa melihat gambaran besar. Struktur permainan yang kini dijalankan United masih memiliki kemiripan dengan pendekatan Amorim, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Kata-kata Cunha menjadi pengingat bagi penggemar bahwa kebangkitan United bukan hasil instan, melainkan kombinasi antara fondasi lama dan ide baru Carrick. Ia menekankan pentingnya menghargai kontribusi pelatih sebelumnya.
Masa Depan Carrick dan Dukungan Legenda
Kontrak Carrick sebagai pelatih interim berlaku hingga akhir musim. Meski demikian, dukungan terhadapnya terus menguat, termasuk dari legenda klub Wayne Rooney. Rooney menilai Carrick memahami kultur klub dan mampu membawa ketenangan di tengah tekanan tinggi.
Menurut Rooney, pengalaman Carrick sebagai pemain dan pelatih di klub membuatnya kandidat ideal untuk memimpin United secara permanen. Tren positif di lapangan, kombinasi dengan fondasi yang ditinggalkan Amorim, membuat Carrick semakin menonjol sebagai opsi jangka panjang.
Dengan performa tim yang membaik dan pengaruh positif kedua pelatih, Manchester United kini mulai membangun optimisme baru. Kebangkitan mereka musim ini menjadi bukti bahwa warisan dan adaptasi taktik berjalan seiring, membentuk fondasi untuk kesuksesan masa depan. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita sepak bola menarik lainnya di GOAL MATES.
