Benjamin Sesko dan Ujian Mental di Old Trafford

Bagikan

Kedatangan Benjamin Sesko ke Manchester United pada musim panas lalu disambut dengan ekspektasi luar biasa. Dengan banderol transfer mencapai £74 juta, striker muda asal Slovenia itu langsung diproyeksikan sebagai ujung tombak baru Setan Merah.

Benjamin Sesko dan Ujian Mental di Old Trafford

Publik Old Trafford berharap Sesko bisa menjadi solusi jangka panjang di lini depan. Reputasinya di RB Leipzig membuat banyak pengamat yakin bahwa United mendapatkan penyerang masa depan. Postur ideal, kecepatan, serta insting gol yang tajam menjadikannya salah satu striker muda paling menjanjikan di Eropa. Namun, Liga Primer terbukti menjadi tantangan yang jauh lebih berat.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Sejauh ini, Sesko masih kesulitan menunjukkan konsistensi. Lima gol di semua kompetisi jelas belum sebanding dengan nilai investasinya. Tekanan harga mahal dan tuntutan instan membuat setiap penampilannya tak luput dari kritik.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Persaingan dan Tantangan di Lini Depan

Manchester United tak hanya bergantung pada Sesko. Kehadiran Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo menambah ketat persaingan di lini serang. Keduanya tampil lebih siap secara mental dan tak ragu menunjukkan karakter agresif di lapangan. Situasi ini terlihat jelas saat Derby Manchester. Meski sempat mencetak gol dalam dua laga beruntun, Sesko justru dicadangkan.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa performa saja belum cukup, tetapi juga soal kehadiran mental dan pengaruh di lapangan. Bagi pemain muda, kondisi ini bisa menjadi tekanan besar. Namun di sisi lain, ini adalah ujian kedewasaan. Sesko dituntut membuktikan bahwa ia layak menjadi pilihan utama, bukan sekadar prospek mahal.

Baca Juga: PSG Hampir Rampungkan Transfer Bintang Muda Barcelona, Dro Fernandez

Meniru Aura Zlatan Ibrahimovic

Benjamin Sesko dan Ujian Mental di Old Trafford

Legenda Manchester United, Louis Saha, menilai Sesko memiliki kemiripan dengan Zlatan Ibrahimovic muda. Namun menurutnya, bukan hanya teknik yang harus ditiru, melainkan aura dan mentalitas. Zlatan dikenal dengan kepercayaan diri tinggi dan keberanian mengekspresikan diri.

Saha menekankan pentingnya kesombongan positif. Seorang striker harus yakin bahwa ia bisa menciptakan momen besar. Tidak semua percobaan akan berhasil, tetapi keberanian untuk mencoba itulah yang membedakan penyerang hebat.

Jika Sesko mampu menunjukkan agresivitas dan kepercayaan diri seperti Ibrahimovic, ia diyakini akan jauh lebih sulit dihentikan. Aura inilah yang dibutuhkan untuk membungkam kritik dan menguasai panggung Old Trafford.

Jalan Panjang Menuju Pembuktian

Saha percaya Sesko mulai memahami ritme Liga Primer. Pergerakan, tekanan lawan, dan tuntutan taktik perlahan mulai ia cerna. Dengan fisik kuat dan kemampuan atletik, peluang gol diyakini akan terus datang. Yang kini dibutuhkan adalah naluri duel dan mental balas dendam terhadap bek lawan. Bukan agresivitas kasar, melainkan keberanian untuk mendominasi dan percaya pada kemampuan sendiri di setiap situasi.

Dengan minimnya persaingan murni di posisi striker, Sesko sebenarnya memiliki peluang besar. Namun kesempatan itu hanya akan berarti jika ia berani mengambil tanggung jawab. Di Manchester United, bakat saja tidak cukup, karakter adalah segalanya. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalmates.net.