Ajax Hancur di Liga Champions: Tradisi Besar, Kenyataan Pahit

Bagikan

Ajax Amsterdam yang dulunya menjadi salah satu raksasa Eropa kini justru terseok di Liga Champions musim 2025/2026. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik lainnya yang telah dirangkum oleh GOAL MATES.

Ajax Hancur di Liga Champions: Tradisi Besar, Kenyataan Pahit

Klub yang punya sejarah panjang dan dikenal dengan sepak bola menyerang ini kini menjadi bulan-bulanan lawan. Hasilnya sangat mengecewakan untuk tim sekaliber Ajax. Hingga saat ini, Ajax belum pernah mencatatkan kemenangan ataupun hasil imbang di kompetisi tersebut. Semua laga berakhir dengan kekalahan dan menunjukkan betapa beratnya perjuangan mereka.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Hal ini tentunya membuat publik bertanya: apa yang sebenarnya salah dengan Ajax? Masalah semakin terlihat ketika para pemain tampak kehilangan rasa percaya diri. Tanpa perbaikan signifikan, peluang mereka bangkit di fase liga makin tipis. Situasi ini membuat klub berada dalam tekanan besar untuk segera menemukan solusi terbaik.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Serangan Tumpul, Bertahan Pun Rapuh

Dalam empat pertandingan Liga Champions, Ajax hanya mampu mencetak satu gol dan harus kebobolan 14 gol. Kekalahan dari Inter Milan (0-2), Marseille (0-4), Chelsea (1-5), hingga Galatasaray (0-3) memperlihatkan betapa timpangnya kualitas mereka saat ini.

Statistik ini tentu jauh dari identitas Ajax yang dikenal rajin mencetak gol dari filosofi total football mereka. Justru kini, mereka tampak kehilangan kreativitas dalam menyerang dan terlalu mudah ditembus ketika bertahan.

Kerapuhan lini pertahanan menjadi masalah terbesar. Komunikasi pemain belakang buruk, sementara tekanan lawan selalu membuat mereka panik. Tanpa perbaikan segera, Ajax berpotensi mencatatkan salah satu musim terburuk dalam sejarah klub.

Baca Juga: Strategi Masa Depan: 33 Pemain Akademi Chelsea Masuk Skuad Liga Champions

Pemain Tidak dalam Performa Terbaik

Ajax Hancur di Liga Champions: Tradisi Besar, Kenyataan Pahit

Krisis Ajax bukan hanya masalah taktik, tetapi juga performa individu yang merosot tajam. Pemain-pemain penting tidak tampil seperti yang diharapkan, menyebabkan tim sulit mengembangkan permainan. Dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi, Ajax hanya menang satu kali.

Hasil ini mengkhawatirkan meskipun posisi mereka di Eredivisie masih relatif aman. Jika tren ini berlanjut, mereka bisa tergelincir lebih jauh. Tim semakin seperti kehilangan pemimpin di lapangan. Minimnya sosok yang mampu mengangkat moral saat situasi sulit membuat performa Ajax tambah merosot setiap pekan.

Laga Kandang yang Justru Tambah Luka

Melawan Galatasaray seharusnya menjadi kesempatan emas Ajax memperbaiki momentum. Mereka bermain cukup baik di babak pertama dan memberi perlawanan ketat. Namun semuanya berubah drastis di babak kedua. Victor Osimhen mengamuk dan mencetak hattrick (59’, 66’, 78’), sementara Ajax tidak mampu memberikan respons apa pun.

Satu kesalahan menjadi pemicu runtuhnya konsentrasi seluruh tim, seperti yang sudah sering terjadi musim ini. Pertandingan yang diharapkan menjadi titik balik justru memperdalam krisis mental skuad. Ajax kini benar-benar berada di batas kritis dan harus segera bangkit sebelum terlambat. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita sepak bola menarik lainnya di GOAL MATES.